Sabtu, 04 Desember 2010

"GaRa-GaRa DiKeRo'I"




Sutradara : Adjie N.A.
Produser : Adjie N.A, Nataya Aryadni, Mima Yusuf
Cerita : Mima Yusuf
Asisten sutradara : Juni Effendi
Pimpinan Panggung : Tantowi Gilang Praktikto
Ass. Pimpinan Panggung : Damar Rizal Marzuki
Penata Kostum : Mima Yususf
Penata Artistik : Abraham Isnan
Penata Musik : Imam Firmansyah
Penata Cahaya : Aziz Indriyanto
Desain Publikasi : Andhi Febri Anggara
Kru Kostum : Peqho Teater
Kru Artistik : HM Teater
Kru Penata Cahaya : Rizkindi MH
Para Musik : "Altajaru", Rama, Amal, Rison, Dian, Ocid
Penata Rias : Sindy P. Resty, Dedy, Eric

Kisah seorang gadis lugu dari Jawa yang bernama Asih, yang mencoba mengadu untung di Jakarta dengan menjadi seorang pembantu rumah tangga di rumah seorang pemilik kost kusus lelaki dan keluarga. Asih yang polos dan berparas cantik sering menjadi perhatian semua lelaki yang berada di rumah tersebut.

Enam bulan kemudian Asih hamil. Seluruh penghuni rumah mendadak gempar mendengar berita heboh ini. Akhirnya, semua penghuni rumah dikumpulkan untuk disidangkan dan mencari siapa pelaku yang menghamili Asih.Satu persatu, seluruh penghuni rumah diintrogasi dihadapan Pak RT. Namun, tak ada yang mengaku.

Akhir cerita, sang kakek pemilik rumah menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya yang membuat si Asih hamil. Ternyata si kakek yang menginginkan cucunya menjadi lelaki jantan memberikan obat kuat ke cucunya tersebut, lalu tanpa sadar sang cucu inilah yang melakukan hal tersebut hingga akhirnya Asih hamil.

Kekuatan Baru TimNas Indonesia


Go, go, go!!! Garuda Indonesia............................
Bertahun-tahun TimNas Indonesia tertidur, dan kini mereka bangkit bagaikan singa yang bangun dari tidurnya yang panjang, dan mereka pun berhasil mengalahkan tim Malaysia dan laos dengan skor telak Malaysia kalah 5-1 dan laos dibantai 6-0 di piala AFF.

Bangsa ini patut berbangga dan bersuka cita atas bangkitnya TimNas Indonesia. Kebangkitan TimNas ini tak terlepas dari peranan dua pemain baru Naturalisasi asal Uruguay yakni Gonzales dan pemain berdarah campuran Malang-Belanda Irfan Bachdim. Munculnya dua pemain emas ini sangat mempengaruhi gaya dan pola permainan TimNas Indonesia saat ini. Bagaikan seorang predator yang tangguh Gonzales selalu siap berdiri di depan untuk menerima umpan dari kawan-kawannya, dan Irfan pun selalu siap mendukung dan membantu Gonzales di lini depan. Jikalau pola permainan mereka tetap dijaga dan terus dikembangkan, bukan tak mungkin TimNas Indonesia menjadi juara di piala AFF dan akan menjadi tim yang disegani di kawasan Asia bahkan dunia.

Dengan munculnya dua pemain naturalisasi ini membawa warna baru dalam sejarah persepak bolaan di Indonesia, apalagi dengan kemunculan Irfan Bachdim yang bagaikan aktris di lapangan sepak bola. Wajahnya yang tampan tak heran membuat para kaum hawa terpesona dan terkagum-kagum melihatnya. Bukan tak mungkin, bila ia bakalan menjadi pemain bola plus aktris di masa yang akan datang.